Bawaslu Kick Off P2P, Lolly Tekankan Empat Karakter Kader Pengawas
|
PURWOREJO - Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia resmi melaksanakan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026. Progam yang mengambil tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” dibuka di Bawaslu Kabupaten Tangerang, Selasa (12/5/2026).
Program P2P menjadi salah satu program prioritas nasional hasil kerja sama Bawaslu dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas. Program tersebut dijadwalkan berlangsung secara luring dan daring di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia mulai 12 Mei hingga Oktober 2026.
Dalam kegiatan itu, Anggota Bawaslu Lolly Suhenty membuka secara simbolis dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya rangkaian pendidikan pengawas partisipatif menuju Pemilu 2029 yang bermartabat. Dalam sambutannya, Lolly Suhenty menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas harus dipersiapkan sejak dini, salah satunya melalui pendidikan pengawas partisipatif.
“Demokrasi yang baik harus dipersiapkan sedini mungkin, salah satunya melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan empat karakter utama yang wajib dimiliki kader pengawas partisipatif. Pertama berkarakter logis yakni mampu berpikir masuk akal dan dapat mempertanggungjawabkan setiap pendapat maupun tindakan. Kedua berkarakter kritis yang berani mempertanyakan dan mencari tahu lebih dalam serta memiliki semangat belajar yang tinggi.
Ketiga berkarakter berani, yakni memiliki keberanian untuk menyuarakan pemikiran dan menyampaikan temuan yang ada di masyarakat. Terakhir berkarakter berdampak, yakni mampu memberikan pengaruh positif kepada masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengawasan kepemiluan bersama Bawaslu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bawaslu Kabupaten Tangerang, Bawaslu Provinsi Banten, Bupati Tangerang, serta KPU Kabupaten Tangerang. Bupati Kabupaten Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid. Dalam sambutannya, Maesyal mengapresiasi langkah Bawaslu yang melibatkan masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Penulis: M Noorzy Azis | Editor: Gumido