Lewat Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Purworejo Libatkan Pelajar hingga Stakeholder
|
PURWOREJO — Bawaslu Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan konsolidasi demokrasi yang menjadi bagian penting dalam menjaga kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai demokrasi dan kepemiluan. Lewat Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Purworejo melibatkan pelajar hingga Stakeholder.
Hal itu diungkapkan Ketua Bawaslu Kabupaten Purworejo, Purnomosidi saat ditemui di kantornya pada 6 Mei 2026. Ia mengatakan ada 41 kegiatan konsolidasi demokrasi sepanjang Januari hingga April 2026. Kegiatan tersebut melibatkan total 1.128 peserta dari berbagai unsur masyarakat sebagai upaya penguatan pendidikan politik dan pengawasan partisipatif.
“Melalui kegiatan konsolidasi demokrasi, kami ingin membangun pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengawasan partisipatif serta meningkatkan kesadaran politik masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Purnomosidi.
Dari total kegiatan yang dilaksanakan, pada Januari tercatat sebanyak enam kegiatan dengan 173 peserta. Selanjutnya Februari menjadi bulan dengan jumlah kegiatan terbanyak awal tahun, yakni 12 kegiatan yang diikuti 335 peserta. Pada Maret, Bawaslu Purworejo melaksanakan 11 kegiatan dengan 133 peserta, sementara April kembali mencatat 12 kegiatan dengan jumlah peserta tertinggi, yakni 487 orang.
Berdasarkan segmentasi peserta, kegiatan konsolidasi demokrasi didominasi kalangan pelajar dan mahasiswa sebanyak 690 orang. Selain itu, peserta dari masyarakat umum tercatat 184 orang, unsur stakeholder dan organisasi masyarakat sebanyak 226 orang, serta internal Bawaslu sebanyak 28 orang.
Adapun lokasi kegiatan tersebar di berbagai tempat, meliputi sekolah dan kampus sebanyak 10 kegiatan, kantor Bawaslu Purworejo sebanyak 11 kegiatan, instansi pemerintah dan umum sebanyak 12 kegiatan, serta desa dan kelurahan sebanyak delapan kegiatan.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Purworejo, Dumadi Tri Restiyanto, mengatakan pihaknya akan terus memperluas jangkauan konsolidasi demokrasi, khususnya kepada pemilih pemula dan komunitas masyarakat.
“Pada bulan selanjutnya, kami berencana mendatangkan siswa SMA dan SMK sebagai pemilih pemula ke Kantor Bawaslu Kabupaten Purworejo. Selain itu, kami juga akan menyasar kelompok masyarakat, organisasi, komunitas, serta para pemangku kepentingan lainnya,” ujar Dumadi Tri Restiyanto.
Ia berharap, pelaksanaan konsolidasi demokrasi ke depan tidak hanya dilakukan secara tatap muka, tetapi juga dapat memanfaatkan platform digital agar menjangkau masyarakat lebih luas.
“Kegiatan konsolidasi demokrasi juga bisa dilaksanakan secara daring melalui siaran radio, YouTube, maupun pertemuan virtual seperti Zoom. Pemanfaatan platform digital penting untuk memperluas partisipasi masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, penguatan kegiatan konsolidasi demokrasi juga perlu didukung dengan penambahan anggaran agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
“Perlu adanya dukungan anggaran yang memadai untuk memperkuat pelaksanaan kegiatan konsolidasi demokrasi sehingga jangkauan edukasi politik kepada masyarakat bisa semakin luas,” pungkasnya.
Penulis: Gumido | Editor: M Noorzy A