Lompat ke isi utama

Berita

Merawat Integritas Lembaga

purnomosidi

Progam Ngabuburit Pengawasan bersama Ketua Bawaslu Purworejo Purnomosidi. (Ilustasi Humas Bawaslu Purworejo)

(Serial Ngabuburit Pengawasan)

Bulan Ramadan 1447 Hijriah Tahun 2026, menjadi momentum istimewa bagi Bawaslu Purworejo untuk memperkuat nilai-nilai kelembagaan. Melalui program Ngabuburit Pengawasan, ruang-ruang diskusi dihidupkan menjelang waktu berbuka puasa. 

Ketua Bawaslu Purworejo, Purnomosidi, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial Ramadan. “Ngabuburit Pengawasan adalah ruang perenungan. Kita ingin mengisi waktu menjelang berbuka dengan gagasan-gagasan yang memperkuat komitmen kelembagaan,” ujarnya pada Sabtu 28 Februari 2026 di kantornya.

Melalui progam itu katanya, Bawaslu Purworejo ingin menyapa para sahabat Bawaslu menggunakan mekanisme daring rekaman via YouTube/Media Sosial yang disampaikan oleh para pimpinan. "Ngabuburit pengawasan menjadi progam untuk menghantarkan masyarakat jelang berbuka puasa dengan merangkum beberapa gagasan yang relevan di Bulan Ramadan," katanya.

Ia mengusung tema "Merawat Integritas Lembaga". Diskusi perdana ini menempatkan integritas sebagai fondasi utama pengawasan pemilu.

Menurut Purnomosidi, integritas bukan hanya slogan, melainkan kesatuan antara kata dan perbuatan. “Secara definitif, integritas adalah konsistensi tindakan yang selaras dengan nilai, norma, dan etika. Ia tercermin dari kejujuran, tanggung jawab, dan kesesuaian antara ucapan dan tindakan sehari-hari,” tegasnya.

Nilai kejujuran, lanjutnya, menjadi aspek mendasar dalam integritas karena menyangkut sesuatu yang berbasis fakta. Dalam konteks pengawasan pemilu, kejujuran bukan sekadar sikap pribadi, tetapi prinsip kelembagaan yang harus dijaga bersama.

Ia memaparkan, setiap tahapan pemilu adalah ujian nyata bagi integritas penyelenggara. Mulai dari verifikasi partai politik, proses pencalonan, kampanye, hingga pemungutan, penghitungan, dan rekapitulasi suara, semuanya sarat godaan dan tekanan. “Di situlah integritas diuji. Godaan bisa datang dalam berbagai bentuk, baik tekanan politik maupun kepentingan lain. Jika tidak konsisten, kepercayaan publik bisa runtuh,” katanya.

Tak hanya itu, Purnomosidi juga menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai bagian dari integritas. Disiplin waktu, disiplin prosedur, dan disiplin dalam menjalankan aturan menjadi elemen yang tak terpisahkan dari profesionalitas penyelenggara pemilu.

Melalui Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu Purworejo ingin menghadirkan suasana Ramadan yang tidak hanya sarat spiritualitas, tetapi juga penguatan nilai etika publik. Di antara lantunan azan magrib yang dinanti, gagasan tentang integritas terus digemakan. Sebuah pengingat bahwa demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh dari lembaga yang jujur, konsisten, dan bertanggung jawab.

Penulis: Gumido | Editor: Umi Zuh'ro